Psikologi memberi tahukita bahwa emosi mengendalikan perilaku kita, sedangkan logika hanya membenarkan perbuatan kita sesudah fakta. Pemasaran menegaskan teori ini. Manusia mengasosiasikan sifat jati diri yang sama dengan merek seperti halnya dengan orang – memilih merek kesayangan Anda contohnya saja memilih rekan terbaik kita atau orang penting lainnya. Kita memilih pilihan yang membuat kita menikmati sesuatu.

Tetapi emosi bisa mengaburkan penalaran Anda, terutama saat Anda perlu mengerjakan sesuatu yang dapat mengakibatkan rasa sakit internal, seperti memberikan kritik yang membangun, atau saat Anda mesti pindah dari sesuatu yang melekat pada Anda, seperti melemparkan topik kesayangan dari gabungan konten tim Anda .

Namun, ada cara untuk mengurangi bias emosional ini. Ini ialah proses pemikiran yang sepenuhnya objektif dan didorong oleh data. Ini dinamakan model pengambilan keputusan yang rasional, dan hal tersebut akan menolong Anda menciptakan keputusan yang logis, bahkan dalam kondisi dengan konsekuensi besar, seperti memutar semua strategi blog Anda.

Tetapi sebelum Anda mempelajari setiap tahapan dari proses yang powerful ini, ayo kita kupas apa sebenarnya pengambilan keputusan yang rasional dan mengapa hal tersebut sangat lah penting.

Pengambilan keputusan yang rasional ialah keterampilan yang penting untuk dimiliki, khususnya dalam industri pemasaran digital. Manusia secara inheren emosional, hingga bias dan keyakinan kita bisa mengaburkan persepsi kita mengenai kenyataan. Untungnya, data mempertajam pandangan kita. Dengan menunjukkan kepada kita bagaimana audiensi Anda benar-benar berinteraksi dengan brand kita, data melepaskan kita dari mengandalkan asumsi kita untuk menilai apa yang digemari audiens mengenai kita.

VERIFIKASI DAN TENTUKAN MASALAH ANDA

Untuk memperlihatkan bahwa kita benar-benar mempunyai masalah, Anda butuh bukti untuk itu. Sebagian besar pemasar beranggapan data ialah peluru perak yang bisa mendiagnosis masalah apa yang ada dalam strategi kami, namun Anda sebetulnya perlu mengekstrak wawasan dari data Anda untuk memperlihatkan apa pun yang ada. Jika tidak, Anda hanya melihat sekelompok angka yang dikemas dalam spreadsheet.

Untuk mengindikasikan dengan tepat masalah spesifik Anda, kumpulkan sebanyak mungkin data dari bidang keperluan Anda dan analisislah untuk menemukan pola atau tren yang mengkhawatirkan.

LAKUKAN PENELITIAN DAN TUKAR PENDAPAT BISA JADI SOLUSI UNTUK MASALAH ANDA

Memperluas kelompok solusi berpotensial menambah peluang Anda untuk memecahkan masalah Anda. Untuk menemukan sebanyak mungkin solusi potensial, Anda mesti mengumpulkan berbagai informasi mengenai masalah kita dari pengetahuan kita sendiri dan internet. Anda pun dapat berdiskusi dengan orang lain untuk mengungkap lebih banyak solusi yang mungkin.

TETAPKAN STANDAR KESUKSESAN DAN KEGAGALANA UNTUK PENYELESAIAN POTENSIAL ANDA

Menetapkan ambang batas untuk mengukur keberhasilan dan kegagalan penyelesaian Anda memungkinkan kita menilai mana yang benar-benar dapat menuntaskan masalah Anda. Standar kesuksesan kita seharusnya jangan terlampau tinggi. Karena kita tidak bakal pernah dapat menemukan solusi jika terlampau tinggi. Tetapi apabila standar kita realistis, bisa diukur, dan fokus, maka Anda bakal dapat menemukannya.

CARI TAHU HASIL POTENSI DARI MASING-MASING SOLUSI

Selanjutnya, Anda mesti menilai masing-masing konsekuensi penyelesaian Anda. Bagi melakukannya, bikin tabel kekuatan dan kekurangan untuk setiap pilihan dan bandingkan satu sama lain. Anda pun harus memprioritaskan penyelesaian Anda dalam susunan mulai dari kesempatan terbaik untuk menuntaskan masalah sampai peluang terburuk.

PILIH PENYELESAIAN TERBAIK DAN MENGUJINYA

Berdasarkan penilaian solusi potensial Anda, pilih yang terbaik dan coba. Anda bisa mulai mengawasi hasil awal Anda sekitar tahap ini juga.

LACAK DAN ANALISI HASIL TES ANDA

Lacak dan analisis hasil kita untuk melihat apakah penyelesaian Anda benar-benar menuntaskan masalah Anda.

JIKA TES MEMECAHKAN MASALAH ANDA, LAKUKAN SOLUSINYA. JIKA TIDAK, UJI YANG BARU

Jika penyelesaian potensial kita lulus ujian dan menuntaskan masalah Anda, maka itu adalah keputusan sangat rasional yang bisa Anda buat. Anda mesti menerapkannya untuk menuntaskan masalah Anda saat ini atau masalah lainnya di masa depan. Jika penyelesaian tersebut tidak menuntaskan masalah Anda, maka coba penyelesaian potensial lain yang kita temukan.

Sebagai manusia, wajar untuk emosi kita untuk membajak proses pengambilan keputusan Anda. Dan hal tersebut tidak masalah. Terkadang, keputusan emosional lebih baik daripada yang logis. Tetapi saat Anda benar-benar butuh memprioritaskan logika daripada emosi, mempersenjatai benak Anda dengan model pengambil keputusan yang rasional dapat menolong Anda mengurangi bias emosi kita dan menjadi seobjektif mungkin.